Ciri berfikir Filsafat

1.       Berfikir radikal
Berfilsafat berarti berfikir secara radikal. Filusuf adalah pemikir yang radikal. Karena berfikir radikal, ia tidak akan pernah terpaku pada fenomena entitas tertentu saja. Keradikalan berfikirnya itu akan senantiasa mengorbarkan hasratnya untuk menemukan seluruh kenyataan. Bila dikatakan bahwa filusuf selalu berupaya menemukan radix seluruh kenyataan, berarti dirinya sendiri sebagai suatu realitas telah termasuk kedalamnya sehingga ia pun berupaya untuk mencapai akar pengetahuan tentang dirinya sendiri.
                Mengapa radix atau akar realitas begitu penting untuk ditemukan, ini tidak lain karena filusuf, hanya apabila akar realitas itu telah ditemukanlah segala sesuatu yang bertumbuh di atas akar itu akan dapat dipahami. Apabila akar suatu permasalahan telah ditemukan, permasalhan itu dapat dimengerti sebgaimana mestinya.
                Berfikir radikal tidak berarti hendak mengubah, membuang, atau menjungkirbalikkan segala sesuatu, melainkan dalam arti yang sebenarnya, yaitu berfikir secara mendalam untuk mencapai akar persoalan yang dipermasalhkan. Berfikir radikal justru hendak memperjelas realitas lewat penemuan serta pemahaman akan akar realitas itu sendiri.

2.       Mencari asas
Filsafat bukan hanya mengacu kepada bagian tertentu dari realitas, melainkan kepada keseluruhannnya. Dalam memandang keseluruhan realitas, filsafat senantiasa berupaya mencari asas yang paling hakiki dari keseluruhan realitas. Seorang filusuf akan selalu berupaya untuk menemukan asas yang paling hakiki dari realitas.
                Para filusuf Yunani, yang terkenal sebagai filusuf-filusuf alam, mengamati keanekaragaman realitas di alam semesta, lalu berfikir dan bertanya,” Tidakkah di balik keanekaragaman itu hanya ada suatu asas?. Mereka lalu mulai mencari asas usul, asas pertama alam semsta. Thales mengatakan bahwa asas pertama dalam alam semesta adalah Air, Anaximendes mengatakan udara. Sementara Empedocles menyatakan ada empat (akar segala sesuatu) yang membentuk realitas alam semesta yakni, api, air, tanah dan air.
                Mencari asas pertama bearti juga berupaya menemukan sesuatu yang menjadi esensi realitas. Dengan menemukan esensi suatu realitas, maka realitas itu dapat diketahui dengan pasti dan menjadi jelas, dan mencari asas adalah salah satu sifat dasar filsafat


  1. Memburu kebenaran
Fikusuf adalah pemburu kebenaran. Kebenaran yang diburunya adalah kebenaran hakiki tentang realitas dan setiap hal yang dapat dipersoalkan. Oleh sebab itu, dapat dikatakan bahwa berfilsafat berarti memburu kebenaran tentang segala sesuatu.
Tentu saja kebenaran yang hendak digapai bukanlah kebenaran yang meragukan. Untuk memperoleh kebenaran yang sungguh dapat dipertanggungjawabkan, setiap kebenaran yang telah diuji demi meraih kebenaran yang lebih pasti, demikian seterusnya.
Jelas terlihat bahwa kebanaran filsafati tidak pernah bersifat mutlak dan final, melainkan terus bergerak dari suatu kebenaran menuju kebenaran yang lebih pasti, Kebenaran yang baru ditemukan itu juga terbuka untuk dipersoalkan kembali demi menemukan kebenaran yang  lebih meyakinkan.

  1. Mencari kejelasan
Salah satu penyebab lahirnya filsafat adalah keraguan. Untuk menghilangkan keraguan diperlakuan kejelasan, Ada filusuf yang mengatakan bahwa berfilsafat berarti berupaya mendapatkan kejelasan dan penjelasan mengani seluruh realitas. Ada pula yang mengatakan bahwa filusuf senantiasa mengejar pengertian (clarity of understanding). Geisler dan Feinberg mengatakan bahwa ciri khas penelenitian filsafat adalah adanya usaha keras demi meraih kejelasan intelektual. Dengan demikian, dapat dikatakan bahwa berfikir secara filsafati berarti berusaha memperoleh kejelasan.
Mengejar kejelasan berarti harus berjuang dengan gigih untuk mengeleminasi segala sesuatu yang tidak jelas, yang kabur, dan yang gelap, bahkan juga yang serba rahasia dan berupa teka-teki. Tanda kejelasan, Filsafat pun akan menjadi sesuatu yang mistik, serba rahasia,kabur,gelap, dan tak mungkin dapat menggapai kebenaran.
Jelas terlihat bahwa filsafat sesungguhnya merupakan suatu perjuangan untuk mendapatkan kejelasan pengerian dan kejelasan suuatu realitas. Perjuangan mencari kejelasan adalah suatu sifat dasar filsafat.

  1. Berfikir rasional
Berfikir secara radikal, mencari asas, memburu kebenaran, dan mencari kejelasan tidak mungkin dapat berhasil dengan baik dengan berfikir scara rasional. Berfikir secara rasional adalah berfikir logis, sistematis dan kritis.


Comments

Popular posts from this blog

Fungsi dan peran lembaga keuangan Syariah

Manusia dan kebenaran

TINGGIKAN LEVEL CINTAMU